Sugeng Rawuh Wonten Blognya Rine Sosiolog

Rabu, 04 Maret 2015

MATERI KELAS XI SEMESTER 2 (MASYARAKAT MULTIKULTURAL)





Konsep masyarakat multikultural

Suatu masyarakat yang memiliki karakteristik berbeda-beda dengan tingkat deferensiasi dan stratifikasi sosial yang tinggi, yang didorong oleh latar belakang historis, kondisi geografis dan pengaruh kebudayaan.

Berikut ini adalah beberapa pengertian masyarakat mengenai multikultural (majemuk)

a.       Furnival mengemukakan bahwa masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Menurut ilmuwan ini, berdasarkan konfigurasi (susunannya) dan komunitas etniknya masyarakat majemuk dibedakan menjadi empat kategori sebagai berikut :

1.      Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang

Merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas atau etnik yang mempunyai kekuatan (jumlah individu dalam kelompok) kompetitif yang kurang lebih seimbang. Koalisi lintas etnik sangat diperlukan untuk pembentukan suatu masyarakat yang stabil. 
2.      Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan

Merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas etnik dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang. Dimana salah satu kekuatan kompetitif lebih besar daripada kelompok lainnya, atau suatu kelompok etnik mayoritas mendominasi kompetisi politik atau ekonomi (???) sehingga posisi kelompok-kelompok yang lain menjadi kecil.

3.      Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan

Merupakan suatu masyarakat dimana satu kelompok etnik minoritas mempunyai keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi kehidupan politik atau ekonomi masyarakat.

4.      Masyarakat majemuk dengan fragmentasi

Merupakan masyarakat yang terdiri atas sejumlah kelompok etnik, tetapi semuanya dalam jumlah yang kecil sehingga tidak ada satu kelompok pun yang mempunyai posisi politik atau ekonomi yang dominan. Masyarakat demikian ini biasanya sangat stabil, tapi masih mempunyai potensi konflik karena rendahnya kemampuan coalition building.

b.      Dr. Nasikun masyarakat bahwa masyarakat majemuk (masyarakat multikultural) merupakan suatu masyarakat yang menganut berbagai system nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang memiliki homogenitas (kesamaan) kebudayaan, atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain

c.       Pierre L. Van den Berghe tidak membuat suatu definisi khusus tentang masyarakat multikultural, tetapi ilmuwan ini menyebutkan beberapa karakteristik yang merupakan sifat-sifat (ciri-ciri)/ karakteristik dari masyarakat multikultural sebagai berikut :

1.      Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.

2.      Memiliki struktur sosial yang berbagi-bagi dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.

3.      Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.

4.      Secara relative seringkali mengalami konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.

5.      Secara relative, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.

6.      Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain.

  1. Latar Belakang Kemajemukan Bangsa Indonesia.

Bangsa yang multietnik tidak terbentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui suatu proses yang panjang dan melalui berbagai peristiwa. Kemajemukan dipengaruhi oleh faktor sejarah persebaran penduduk antar wilayah, keadaan topografi dan jenis mata pencaharian penduduk. Tiga faktor utama yang mendorong terbentuknya kemajemukan bangsa Indonesia adalah : 
a.       Latar Belakang Historis

Dalam pelajaran sejarah, kita telah mengetahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sekarang ini berasal dari Yunani, yaitu suatu wilayah di Cina bagian selatan yang pindah ke pulau-pulau di Nusantara. Perpindahan itu terjadi secara bertahap dalam waktu dan jalur yang berbeda. Ada kelompok mengambil jalur barat melalui Selat Malaka menuju pulau Sumatera dan Jawa. Sedangkan kelompok lainnya mengambil jalan kearah timur, yaitu melalui kepulauan Formosa atau Taiwan disebelah selatan Jepang, menuju Filipina dan kemudian meneruskan perjalanan ke Kalimantan. Dari Kalimantan ada yang pindah ke Jawa dan sebagian lagi ke pulau Sulawesi, maluku dan papua

Sebelum tiba di Kepulauan Nusantara mereka telah berhenti di berbagai tempat dan menetap dalam jangka waktu yang lama. Bahkan mungkin hingga beberapa generasi. Selama bermukim ditempat-tempat tersebut, mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan-ketrampilan khususnya sebelum melakukan perjalanan kembali, misalnya ketrampilan membuat perahu dan mengenal pengetahuan-pengetahuan kelautan (navigasi) sederhana untuk dipergunakan selama penjelajahan. Pengetahuan kelautan ini penting, terutama untuk mereka yang menempuh jalur timur, sebab mereka akan mengarungi laut dan selat untuk bisa tiba ke daerah baru.

Perbedaan jalur perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda, dan perbedaan pengalaman serta pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dengan budaya yang beranekaragam di Indonesia. 
b.      Kondisi Geografis

Merupakan suatu kenyataan bahwa Indonesia adalah Negara yang terdiri atas pulau-pulau yang satu sama lain dihubungkan oleh laut dangkal yang sangat potensial. Selain itu, bentuk pulau-pulau itu memperlihatkan reliet yang beranekaragam. Perbedaan-perbedaan lainnya menyangkut curah hujan, suhu dan kelembaban udara, jenis tanah tata air,serta flora dan fauna yang berkembang di atasnya.

Perbedaan-perbedaan kondisi geografis ini telah melahirkan berbagai suku bangsa, terutama yang berkaitan dengan pola kegiatan ekonomi mereka dan perwujudan kebudayaan yang dihasilkan untuk mendukung kegiatan ekonomi tersebut. Misalnya nelayan, pertanian, kehutanan, perdagangan, dan lain-lain. Relief yang tajam dipisahkan oleh laut dan selat, tentu akan menyebabkan terisolasinya kelompok masyarakat yang telah menvapai suatu tempat. Akhirnya mereka akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan lingkungan geografis mereka.

Dalam hal ini kita semua telah memahami bahwa lingkungan fisik geografis tidak menentukan kehidupan kebudayaan manusia. Tetapi hanya memberikan corak kebudayaan saja. Misalnya, di daerah pertanian yang subur akan berkembang corak kebudayaan masyarakat agraris, di kawasan pantai akan terbentuk corak kebudayaan masyarakat nelayan dan corak kebudayaan sesuai dengan kondisi geografis tempat kebudayaan berkembang. 
c.       Keterbukaan (kontak) Terhadap Kebudayaan Luar

Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka. Hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keanekaragaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pengaruh asing pertama yang mewarnai sejarah kebudayaan Indonesia adalah ketika orang-orang India.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Notes :
1. Harap berkomentar sesuai dengan judul bacaan
2. Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang dan tiada konten porno.
Selamat berkomentar....